Pages

Minggu, 04 November 2012

JENIS - JENIS KONFLIK DALAM KEHIDUPAN ORGANISASI


Jenis-Jenis Konflik

Ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi :

1.        Konflik dalam diri individu Konflik terjadi bila pada waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus.
2.        Konflik antar individu dalam organisasi yang sama karena pertentengan kepentingan atau keinginan. Hal ini sering terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain.
3.       Konflik antar individu dan kelompok seringkali berhubungan dengan cara individumenghadapi tekanan-tekanan untuk mencapai konformitas, yang ditekankan kepada mereka oleh kelompok kerja mereka.
4.       Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama Konflik ini merupakan tipe konflik yang banyak terjadi di dalam organisasiorganisasi.Konflik antar lini dan staf, pekerja dan pekerja.
5.        Konflik antar organisasi konflik ini biasanya disebut dengan persaingan.


Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi 4 macam :
  1. Konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role))
  2. Konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank).
  3. Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).
  4. Koonflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)
  5. Konflik antar atau tidak antar agama
  6. Konflik antar politik.

Konflik dan Perubahan

            Menurut soerjono soekanto dalam sosiologi suatu pengantar, konflik masyarakat mungkin pula menjadi sebab terjadinya perubahan sosial dan kebudayaan. Pertentangan-pertentangan mungkin terjadi antara individu dengan kelompok atau perantara kelompok dengan kelompok. Begitu juga antara generasi tua dan generasi muda.
            Generasi muda yang belum terbentuk kepribadiannya lebih mudah menerima unsur-unsur kebudayaan asing (misalnya kebudayaan barat) yang dalam beberapa hal mempunyai taraf yang lebih tinggi. Keadaan demikian menimbulkan perubahan-perubahan tertentu dalam masyarakat, misalnya pergaulan yang lebih bebas antara perempuan dan laki-laki, atau kedudukan mereka yang kian sederajat didalam masyarakat, dan lainnya.
            Untuk soal ini, kita pasti puinya banyak pengalaman. Misalnya, antara kita dan orang tua kita. Bagaimana nilai-nilai yang kita anggap wajar, masih dianggap aneh oleh orang tua atau generasi diatas kita.
Interaksi individu atau kelompok secara sosiologis memiliki potensi memunculkan konflik social  (social conflict) dan perubahan social (social change).  Sebagai proses sosial, konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu yang terlibat dalam suatu interaksi seperti perbedaan-perbedaan fisik, emosi, kebudayaan, dan perilaku. Bahasa sebagai sebuah wujud kebudayaan yang memiliki peran sosial dalam proses interaksi, pemakainya juga sangat berkaitan dengan perubahan sosial. Perubahan sosial dapat juga berperan sebagai faktor pemicu konflik karena unsur dinamika yang dimilikinya.  Soerjono Soekanto mengemukakan 4 faktor yang dapat menyebabkan terjadinya konflik dalam masyarakat yaitu: perbedaan antarindividu, perbedaan kebudayaan, perbedaan kepentingan dan perubahan sosial.

Menurut R.J. Rummel, konflik sosial biasanya didasari oleh perbedaan agama, filosofi, ilmu pengetahuan, etnik, hukum, seni, bahasa, kekayaan, kekuatan, prestise dan kelas sosial. Dengan kata lain, status sosial ekonomi, kelas sosial, pandangan politik, dan perbedaan budaya mengakibatkan terbentuknya sikap yang berlawanan.

Pada sisi lainnya dapat juga dikatakan bahwa konflik sosial merupakan sebuah bentuk konfrontasi kekuatan sosial yang melibatkan kepentingan. Masing-masing meliputi kebutuhan, sentiment-sentimen, superego, dan tujuan pribadi yang mempengaruhi motivasi seseorang dan integritas personalnya. Setiap individu akan dilekati oleh status sosial dan identitas sosial yang membuat mereka berbeda dengan yang lainnya, sehingga pada proses interaksi akan terjadi pergesekan guna mencapai kesesuaian.


Perang dan Teroris

            Bicara tentang konflik, rasanya kurang pas jika tidak bicara tentang perang. Perang konflik bersenjata antar negara (atau kelompok politik yang berbeda). Nicholas timasheff (1965) mengemukakan tiga kondisi penting yang mendorong terjadinya perang.
1. tradisi perang akibat pendahulu pendahulunya sering kali memakai perang sebagai pilihan untuk keluar dari suaru perselisihan. Maka generasi yang baru pun menjalankan hal yang sama.
2. berada dalam situasi yang benar-benar saling berhadapan antara kepentingan yang satu dengan kepentingan yang satu dengan yang lain. Sama sama menginginkan satu pun hal yang sama. Sumber minyak bumi atau daerah tertentu dan
3. ketika masing masing pihak yang berselisih berada pada titik puncak dimana keduanya meras tidak ada pilihan lain selain perang
            Teroris seperti juga perang dalam kamus benar bahasa indonesia, di ungkapkan bahwa teroris adalah orang yang menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut, biasanya untuk tujuan politik. Semoga kamu masih inget bagaimana teroris meluluhlantahkan kemanusiaan dinegara kita ini

LATIHAN SOAL.



Soal Pilihan Ganda :
1.      Yang dibawah ini, yang bukan salah satu jenis-jenis konflik dalam kehidupan organisasi adalah?
A. Konflik antar saudara                               
C. Konflik antar individu
B. Konflik dalam diri individu          
D.Konflik antar individu dan kelompok
E. Konflik antar kelompok dalam organisasi

2.      Interaksi individu atau kelompok secara sosiologis memiliki potensi memunculkan konflik social  (social conflict) dan perubahan social (social change).  Sebagai proses sosial, konflik dilatarbelakangi oleh ?
A. Perbedaan konflik ,pencemaran nama baik
B. Perbedaan fisik, emosi, kebudayaan, dan perilaku
C. Perbedaan antar individu dan kelompok
D. Perbedaan kebudayaan dan perilaku
E. Perbedaan fisik

3.      Soerjono Soekanto mengemukakan 4 faktor yang dapat menyebabkan terjadinya konflik dalam masyarakat yaitu ?
A.    Perbedaan perilaku yang bertentangan dengan konflik,perbedaan kebudayaan
B.     Perbedaan kepentingan dan perubahan sosial dalam suatu kelompok
C.     Perbedaan antar individu, perbedaan kebudayaan, perbedaan kepentingan dan perubahan sosial
D.    Perbedaan antar individu dan perubahan sosial dalam suatu kelompok
E.     Perbedaan anar individu , perbedaan kebudayaan dalam konflik sosial


Essay:

1.      Sebutkan 5 jenis konflik dalam kehidupan organisasi...
2.      Menurut R.J. Rummel, konflik sosial biasanya didasari oleh perbedaan ! Sebutkan?...
3.      Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi 4 macam yaitu ! Sebutkan dan berikan contohnya?...


Jawaban Essay:

1.      Jenis jenis konflik dalam kehidupan organisasi yaitu;
-Konflik dalam diri individu,
Konflik terjadi bila pada waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus.
-Konflik antar individu, dalam organisasi yang sama karena pertentengan kepentingan atau keinginan. Hal ini sering terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain.
-Konflik antar individu dan kelompok, seringkali berhubungan dengan cara individu menghadapi tekanan-tekanan untuk mencapai konformitas, yang ditekankan kepada mereka oleh kelompok kerja mereka.
-Konflik antar kelompok, dalam organisasi yang sama Konflik ini merupakan tipe konflik yang banyak terjadi di dalam organisasiorganisasi.Konflik antar lini dan staf, pekerja dan pekerja.
-Konflik antar organisasi, konflik ini biasanya di sebut dengan persaingan.

2.      Menurut R.J. Rummel, konflik sosial didasari oleh perbedaan agama, filosofi, ilmu pengetahuan, etnik, hukum, seni, bahasa, kekayaan, kekuatan, prestise dan kelas sosial. Dengan kata lain, status sosial ekonomi, kelas sosial, pandangan politik, dan perbedaan budaya mengakibatkan terbentuknya sikap yang berlawanan.

3.      Menurut Dahrendorf konflik itu di bedakan menjadi 4 macam yaitu
-Konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalkan anatara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role))
-Konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, anatar gank).
-Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).
-Konflik antar satuan nasional (kampanye,perang saudara)

0 komentar:

Poskan Komentar

 

About

http://rickyskadesign.blogspot.com
http://id-id.facebook.com/reyqie"